Selasa, 01 Mei 2012

Anatomi Gigi


A.   

A.    Struktur Jaringan Gigi

Gigi terdiri dari beberapa jaringan pembentuk. Secara garis besar, jaringan pembentuk gigi ada 3, yaitu email, dentin, dan pulpa.

I.          Email

Email adalah lapisan terluar yang melapisi mahkota gigi. Email berasal dari epitel (ektodermal) yang merupakan bahan terkeras pada tubuh manusia dan paling banyak mengandung kalsium. Secara kimia, email merupakan Kristal yang terkalsifikasi dengan persentase bahan anorganik 95-99 %, terutama sebagai kalsium fosfat, dalam bentuk Kristal apatit, dan bahan matriks organic 1 %, dan sisanya adalah air.
Matriks organic email tidak terdiri atas serabut-serabut kolageb tetapi terdiri atas sekurang-kurangnya 2 golongan protein heterogen yang disebut amelogenin dan enamelin. Enamelin terdiri atas asam aspartat, serin, glisin, prolin, dan asam glutamate. Hidroksi apatit merupakan unsure mineral yang paling banyak.
Email merupakan jaringan semitranslusen, sehingga warna gigi bergantung kepada warna dentin di bawah email, ketebaan email, dan banyaknya stain pada email. Ketebalan email tidak sama, paling tebal di daerah oklusal atau insisal dan makin menipis mendekati pertautannya dengan sementum.
Unit structural email adalah prisma (batang) email, dengan substansi interprismatik di antara prisma-prisma tersebut. Setiap batang terbentang pada keseluruhan tebal lapisan email. Setiap prisma letaknya tegak lurus terhadap permukaan dentin, dari batas email-dentin ke permukaan gigi. Tetapi di bagian tengah tersusun dalam bentuk sedikit spiral. Tiap prisma dibentuk oleh satu ameloblas dan pada potongan melintang tampak seperti sisik serta dasar prisma-prisma email tersebut berbentuk heksagonal.
Matriks email dihasilkan oleh sel-sel yang disebut ameloblas. Selsilindris tinggi ini mempunyai banyak mitokondria di bawah inti reticulum endoplasma kasar dan kompleks golgi yang berkembang baik. Setiap ameloblas memiliki juluran apical, dikenal sebagai prosesus Tomes. Mengandung banyak granul sekresi. Granul ini mengandung protein yang menyusun matriks email.
Adapun sifat fisik email, sebagai berikut :
1.      Warna putih keabu-abuan transparan
2.      Kekuatan tarikan kurang lebih 100 kg/cm2
3.      Kekuatan kompressinya 2100 – 3500 kg/cm2
4.      Bersifat getas
5.      Ketebalan pada cusp kurang lebih 2,5 mm

Sifat termal email :
1.      Meneruskan panas dengan konduksi
2.      Tidak menghantarkan listrik tetapi mentransmisi listrik

Permeabilitas email :
1.      Bersifat permiabel terhadap sejumlah material baik invivo/ invitro
2.      Dapat dipenetrasi oleh molekul yang cukup besar pada suhu kamar/ suhu tubuh.
II.       Dentin

Dentin merupakan komponen terbesar jaringan keras gigi. Di daerah mahkota ditutupi oleh email, sedangkan di daerah akar ditutupi oleh sementum. Secara internal, dentin membentuk dinding rongga pulpa.
Dentin membentuk bagian terbesar dari gigi dan merupakan jaringan yang telah mengalami kalsifikasi sama seperti tulang, tetapi sifatnya lebih keras karena kadar garam kalsiumnya lebih besar (80%) dalam bentuk hidroksi apatit. Zat antar sel organic (20%) terutama terdiri atas serat-serat kolagen dan glikosaminoglikans, yang disintesis oleh sel yang disebut odontoblas.
Odontoblas membentuk selapis sel-sel yang terletak di pinggir pulpa menghadap permukaan dalam dentin. Odontoblas berasal dari mesenkim, berbentuk silindris dan inti di bagian basal. Sitoplasmanya basofilik dengan banyak RE bergranula, dan seluruh aparat golgi yang letaknya supra nuclear.
Sel pada puncaknya yang menghadap dentin membentuk tonjolan sitoplasma panjang dan halus yang disebut serat dentin dari Tomes. Serat-serat ini menembus seluruh tebal dentin dan terletak dalam saluran-saluran kecil pada dentin dan disebut sebagai tubulus dentin. Dentin yang berada tepat di sekitar tiap tubulus sifatnya lebih refringen dan disebut sebagai selubung Neumann. Dentin muda yang baru terbentuk disebut sebagai predentin. Lapisan ini pada dasarnya tidak mengandung mineral dan warnanya berbeda dari dentin. Predentin terdiri atas substansi dasar dan serat-serat kolagen dibentuk oleh odontoblas. Di dalam dentin terdapat daerah-daerah kecil, disebut ruang interglobular, yang hanya sebagian atau sama sekali tidak mengalami pengapuran.
Pembentukan dentin bersifat siklis dan tidak teratur, dan pada gigi yang telah lengkap pertumbuhannya terdapat garis pertumbuhan incremental dari Owen, yang tampak sebagai lingkaran pertumbuhan pada potongan melintang.
Dentin peka terhadap rasa raba, panas, dingin, dan konsentrasi ion hydrogen. Diperkirakan bahwa rangsangan itu diterima oleh serat dentin dan diteruskan olehnya ke serat saraf di dalam pulpa.
Odontoblas bertahan selama hidup dan bila dirangsang secara berlebihan atau oleh adanya penyakit periodontal, sel odontoblas ini dapat meletakkan dentin baru, disebut sebagai dentin ‘reparatif’. Bila odontoblas dirusak, dentin tetap ada untuk waktu lama, tidak seperti tulang.
Adapun sifat fisik dari dentin, ialah :
1.      Keras, warna putih kekuningan
2.      Tahanan tarik 250 kg/cm2
3.      Elastisitas cukup tinggi

Permeabilitas dentin :
1.      Tubuli dentin merupakan saluran utama untuk berdifusinya cairan melalui dentin
2.      Sebanding dengan diameter dan jumlah tubuli
3.      Tinggi pada pulpa
4.      Lebih rendah pada dentin akar daripada dentin mahkota dan bagian luar sangat tidak permeable
5.      Pada infeksi gigi reaksi radang berkembang di dalam pulpa jauh sebelum terkena infeksi
6.      Sklerorik dentin mengurangi permeabilitas karena menyubat tubuli
7.      Pengeboran dentin pada pada preparasi kavitas menghasilkan debris mikro kristalin yang menutupi tubuli dentin yang disebut smear layer dan berfungsi mencegah kuman menembus dentin.




III.    Pulpa

Pulpa gigi adalah jaringan lunak yang terletak di tengah-tengah gigi. Jaringan ini adalah jaringan pembentuk, penyokong, dan merupakan bagian integral dari dentin yang mengelilinginya.
Ukuran serta bentuk pulpa ini dipengaruhi oleh tahap perkembangan giginya, yang terkait dengan umur pasien. Tahap perkembangan gigi juga berpengaruh pada macam terapi pulpa yang diperlukan jika misalnya pulpa terkena cedera.
Umumnya, garis luar jaringan pulpa mengikuti garis luar bentuk gigi. Bentuk garis luar ruang pulpa mengikuti bentuk mahkota gigi dan bentuk garis luar saluran pulpa mengikuti bentuk akar gigi. Pulpa gigi dalam rngga pulpa berasal dari jaringan mesenkim dan mempunyai berbagai fungsi, yaitu sebagai pembentuk, sebagai penahan, mengandung zat-zat makanan, mengandung sel-sel saraf/sensori.
Pulpa terdiri dari beberapa bagian, yaitu :
1.      Ruang atau rongga pulpa, yaitu rongga pulpa yang terdapat pada bagian tengah korona gigi dan selelu tunggal. Sepanjang kehidupan pulpa gigi mempunyai kemampuan untuk mengendapkan dentin sekunder, pengendapan ini mengurangi ukuran dari rongga pulpa.
2.      Tanduk pulpa, yaitu ujung dari ruang pulpa.
3.      Saluran pulpa atau saluran akar, yaitu rongga pulpa yang terdapat pada bagian akar gigi. Pada kebanyakan kasus, jumlah saluran akar sesuai dengan jumlah akar, tetapi sebuah akar mungkin mempunyai lebih dari sebuah saluran.
4.      Foramen apikal, yaitu ujung dari saluran pulpa yang terdapat pada apeks akar berupa suatu lubang kecil.
5.      Supplementary canal. Beberapa kar gigi mungkin mempunyai lebih dari satu foramen, dalam hal ini, saluran tersebut mempunyai 2 atau lebih cabang dekat apikalnya yang disebut multiple foramina / supplementary canal.
6.      Orifice, yaitu pintu masuk ke saluran akar gigi. Saluran pulpa dihhubngkan dengan ruang pulpa. Adakalanya ditemukan suatu akar mempunyai lebih dari satu saluranpulpa, misalnya akar mesio-bukal dari M1 atas dan akar mesial dari M1 bawah mempunyai 2 saluran pulpa yang berakhir pada sebuah foramen apikal.

Di dalam pulpa terdapat berbagai jenis sel, yaitu :
1.      Odontoblas, yaitu sel pulpa yang paling khas. Sel ini membentuk lapisan tunggal di perifernya dan mensintesis matriks yang kemudian termineralisasi dan menjadi dentin. Odontoblas adalah sel akhir yakni tidak mengalami lagi pembelahan sel. Odontoblas terdiri atas dua komponen structural dan fungsional utama yakni badan sel dan prosesus sel.
2.      Preodontoblas. Odontoblas baru dapat tumbuh setelah odontoblas yang lama hilang akibat cedera. Namun tumbuhnya odontoblas baru hanya bisa terjadi jika pada zona kaya akan sel telah ada preodontoblas. Preodontoblas adalah sel yang telah terdiferensiasi sebagian sepanjang garis odontoblas. Preodontoblas ini akan bermigrasi ke tempat terjadinya cedera dan melanjutkan diferensiasinya pada tempat tersebut.
3.      Fibroblast, adalah tipe sel yang paling umum terlihat dalam jumlah paling besar di pulpa mahkota. Sel ini menghasilkan dan mempertahankan kolagen serta zat dasar pulpa dan mengubah struktur pulpa jika ada penyakit. Akan tetapi, tidak seperti odontoblas, sel ini mengalami kematian apoptosis dan diganti jika perlu oleh maturasi dari sel yang kurang terdiferensiasi.
4.      Sel cadangan. Sel ini merupakan sumber bagi sel jaringan ikat pulpa. Sel precursor ini ditemukan di zona kaya akan sel dan inti pulpa serta dekat sekali dengan pembuluh darah. Tampaknya, sel-sel ini merupakan sel yang pertama kali membelah ketika terjadi cedera.
5.      Sel-sel sistem imun. Makrofag, limfosit T, dan sel dendritik juga merupakan penghuni seluler yang normal dari pulpa. Sel dendritik dan prosesusnya ditemukan di seluruh lapisan odontoblas dan memiliki hubungan yang dekat dengan elemen vaskuler dan elemen saraf. Sel-sel ini merupakan bagian dari sistem respons awal dan pemantau dari pulpa. Sel ini akan menangkap dan memaparkan antigen terhadap sel T residen dan makrofag.

Jaringan pulpa memiliki lima fungsi yakni bersifat formatif dan bersifat suportif. Adapun fungsi pulpa, yaitu :
1.      Induktif. Jaringan pulpa berpartisipasi dalam memulai dan perkembangan dentin, yang bila terbentuk, akan mengarah pada pembentukan email. Kejadian-kejadian ini merupakan kejadian yang saling bergantung dalam arti bahwa epitel email akan menginduksi diferensiasi odontoblas, dan odontoblas serta dentin menginduksi pembentukan email. Interaksi epitel-mesenkim seperti itu adalah esensi dari pembentukan gigi.
2.      Formatif. Odontoblas membentuk dentin. Sel yang sangat special ini berpartisipasi dalam pembentukan dentin dalam tiga cara :
a.       Melalui sintesis dan sekresi matriks anorganik.
b.      Melalui pengangkutan komponen anorganik ke matriks yang baru terbentuk di saat-saat awalnya.
c.       Melalui penciptaan lingkungan yang memungkinkan mineralisasi matriks.
3.      Nutritif. Jaringan pulpa memasak nutrient yang sangat penting bagi pembentukan dentin (misalnya dentin pretubuler) dan hidrasi melalui tubulus dentin.
4.      Defensif. Jaringan pulpa juga memiliki kemampuan memroses dan mengindentifikasi zat asing serta menimbulkan respons imun terhadap keberadaan zat asing itu. hal ini adalah cirri khas respons pulpa terhadap karies dentin.
5.      Sensatif. Jaringan pulpa mentransmisikan sensasi saraf yang berjalan melalui email atau dentin ke pusat saraf yang lebih tinggi. Sensasi pulpa yang berjalan melalui dentin dan email biasanya cepat, tajam, parah, dan ditransmisikan oleh serabut bermielin. Sensasi yang dialami diawali di dalam inti pulpa dan ditransmisikan oleh serabut C yang lebih kecil, biasanya lambat, lebih tumpul, dan lebih menyebar (difus).

B.    Jaringan Pendukung Gigi 

I.          Sementum

Sementum bagian dari jaringan gigi dan termasuk juga bagian dari jaringan periodontium karena menghubungkan gig dengan tulang rahang dengan jaringan yang terdapat di selaput periodontal.
Bila ada rangsangan yang kuat pada gigi maka akan terjadi resorpsi/penyerapan sel-sel sementum pada sisi yang terkena rangsangan dan pada sisi lainnya akan terbentuk jaringan sementum baru. Pembentukan sementum yang baru kearah luar.
Jaringan sementum tidak mengadakan resorpsi atau pembentukan kembali tetapi mengalami aposisi- makin tua umur makin tebal lapisan semen. Adapun macam-macam sementum ialah :
1.      Semen primer ialah semen yang terdapat pada waktu erupsi gigi.
2.      Semen fisiologis ialah lapisan semen yang terbentuk karena meningkatnya usia.
3.      Semen patologis ialah semen yang terbentuk karena iritasi obat-obatan pada perawatan endodontia, karena penyakit dan sebagainya, misalnya hipersementosis.



II.       Gingiva

Gingiva adalah bagian mukosa mulut yg mengelilingi gigi dan menutupi ridge alveolar. Secara anatomi, gingiva dibagi atas tiga daerah :
1.      Marginal gingiva (unattached gingiva), merupakan bagian gingiva yang mengelilingi gigi seperti kerah baju dan tidak melekat langsung pada gigi, biasa juga disebut juga dengan free gingiva
2.      Attached gingiva merupakan lanjutan dari marginal gingival dan disebut juga mukosa fungsional.
3.      Interdental gingival, merupakan bagian gingival yang mengisi ruang interproksimal antara dua gigi yang bersebelahan.

III.    Ligamentum Periodontal

Ligamnetum periodontal merupakan struktur jaringan konektif yang mengelilingi akar gigi dan mengikatnya ke tulang. Ligamen periodontal merupakan lanjutan jaringan gingiva yang berhubungan dengan ruang sumsum tulang melalui saluran vaskuler.
Adapun fungsi ligamnetum periodontal adalah :
1.      Memelihata aktivitas biologik sementum dan tulang alveolar.(Fungsi Formatif)
2.      Menyuplai nutrisi dan membersihkan produk sisa mll aliran darah dan limfe.(Fungsi Nutritif)
3.      Memelihara relasi gigi thdp jar.keras dan lunak. (Fungsi Fisik)
4.      Menghantarkan tekanan taktil dan sensasi nyeri melalui jalur trigeminal. (Fungsi Sensorik)
Serat utama ligamnetum periodontal terbagi atas enam kelompok, yaitu :
1.      Kelompok transeptal
2.      Kelompok crest alveolar
3.      Kelompok horizontal
4.      Kelompok oblique
5.      Kelompok apikal
6.      Kelompok interadikular

IV.    Tulang alveolar

Tulang alveolar disebut juga prosesus alveolaris yg mencakup tulang rahang secara keseluruhan, yaitu maksila dan mandibula yg membentuk dan mendukung soket (alveoli) gigi. Terbentuk ketika gigi erupsi dan secara perlahan hilang ketika gigi sudah dicabut. Adapun struktur tulang alveolar ialah :
1.      Tulang trabekular/ medular/ cancellous/ spongiosa, merupakan simpanan kalsium untuk memenuhi kebutuhan metabolism (bagian metabolic).
2.      Tulang kortikal/ osteid/ callus/ kompakta. Struktur dasar tulang kompak terdiri atas sistem harvian (osteon)

C.     Morfologi Gigi

I.       Morfologi Gigi Anterior

1.      Insisivus Sentralis Atas

Labial : Trapesium
Bentuk corona
   Mesial/distal : Triangularis
   Panjang gigi : 23,5 mm
                      Corona : 10,5
                      Radix     : 13

      Permukaan mesial lurus dan terletak pada sudut tegak lurus
 tajam ketepi insisal.
      Sudut distoinsisal membulat.
      Mahkota besar dibanding akar dan merupakan gigi anterior 
 terbesar.
      Marginal ridge jelas, lingual cekung, singulum berkembang
  baik.
       Mahkota berinklinasi kelingual , akar berinklinasi sedikit
  kedistal.
      Permukaan labial cembung dan halus.
       Garis servikal paling miring ke distal.
       Insisivus atas pertama lebih besar dari insisivus lateral/
  kedua.
      Akar tunggal, meruncing, pada potongan melintang berbentuk
 segitiga.

2.      Insisivus Lateralis Atas

Bentuk :
      = I1 RA
Corona lebih kecil dan lebih bulat.
Panjang gigi : 22 mm
                      Corona : 9 mm
                      Radix   : 13 mm
      Tepi insisal jelas miring kebawah kepermukaan distal yang lebih pendek.
      Sudut mesioinsisal lancip dan sudut distoinsisal membulat.
      Mahkota lebih membulat, lebih pendek, lebih sempit dimensi mesiodistal dibanding insisivus pertama.
      Singulum di palatal sering menutupi lubang foramen caecum insisivus.
      Permukaan palatal lebih cekung dari insisivus pertama.
      Akar tunggal, runcing, apek inklinasi ke distal.
      Garis servikal tidak beraturan pada permukaan mesial.

3.      Caninus Atas

Bentuk
   Labial : Pentagonal
   M/D   : Triangularis
Panjang gigi : 27 mm
                     Corona : 10 mm
                     Radix   : 17 mm
      Mahkota berbentuk segi lima dari labial/lingual dan berbentuk triangular dari proksimal.
      Cusp tunggal, runcing dan segaris dengan sumbu panjang akar.
      Bagian labial cembung dan singulum lebih jelas.
      Akar tunggal dan sangat panjang, potongan melintang berbentuk segitiga membulat.

4.      Insisivus Sentralis Bawah

      Gigi paling kecil
      Panjang gigi : 22 mm
                     Mahkota : 9,5 mm
                     Radix     : 12,5 mm
      Gigi yang paling kecil dari seluruh gigi permanen.
       Lebih kecil dari Insisivus kedua bawah.
      Mahkota simetris, ukuran mesial dan distal hampir sama.
      Akar tunggal, mendatar mesiodistal dan berinklinasi ke distal.

5.      Insisivus Lateralis Bawah

      Gigi kedua dari garis median
      Ukuran lebih besar dari I1 RB
      Panjang gigi : 22 mm
                     Corona : 9 mm
                     Radix   : 13 mm
      Lebih besar dari insisivus pertama bawah.
       Permukaan mesial mahkota sedikit lebih panjang dari distal   sehingga tepi inisisal sedikit miring.

6.      Caninus Bawah

      Coronanya lebih panjang cervico-incisal dan lebih sempit mesio-distal dibanding C RA
      Panjang gigi : 27 mm
                     Corona : 11 mm
                     Radix   : 16 mm
      Servikoinsisal mahkota lebih lebih panjang dari caninus atas.
      Mesiodistal, labiolingual mahkota dan akar lebih kecil dari caninus atas.
       Akar lebih pendek. Tetapi panjang gigi keseluruhan (mahkota plus akar)  hampir sama dengan caninus atas.
       Permukaan labial tidak secembung caninus atas. Terutama pada dua pertiga insisal.
      Distal mahkota lebih membulat dari mesial.
Lereng mesial lebih pendek dari distal.


II.    Morfologi Gigi Posterior

1.      Premolar Pertama Atas

Aspek buccal: Pentagonal
Mesial/distal: Trapesium
Occlusal : Hexagonal
2 Cusp :Buccal & Palatinal
Akar : hampir semua punya 2 akar
      Cusp dua buah (bukal dan palatal), cusp bukal lebih besar dari
  palatal.
      Lereng mesial cusp bucal lebih panjang dari distal.
      Cusp palatal sedikit miring ke mesial.
      Bagian oklusal lebih angular dari Premolar kedua.

2.      Premolar Kedua Atas
Bentuk
·         Corona mirip P1 RA
·         Dimensi corona P2 lebih kecil
·         Mahkota kurang bersudut (lebih bulat).
·         Cuspis buccalis dan cuspis palatinalis hampir sama tinggi
·         Akar  hanya satu
·         Sulcus centralis lebih pendek dgn bbrp fiss.tambahan.
·         Tdk punya fiss. Pertumbuhan marginalis.
·         Akar tunggal, mesiodistal datar dan lebih panjang dari
·          premolar pertama atas.
·         Cusp bukal dan palatal lebih kecil dan lebih rendah dari
·          premolar pertama atas.
·          Lereng mesial bukal cusp lebih pendek dari distal.
·         Bagian oklusal oval.

3.      Molar Pertama Atas

Bentuk
·         Aspek occlusal            : Paralelogram/rhomboid=belah ketupat
·         Aspek mesial/distal     : trapesium
·         Mempunyai 3 akar      : Mesiobuccal & Distobuccal dan palatinal
·         Aspek buccal/palatinal: trapesium
·         Gigi molar paling besar.
·         Mempunyai 4 cusp dengan mesiopalatal paling besar dan distopalatal paling kecil.
·          Cusp bukal lebih runcing dari cusp palatal.
·         Bukolingual mahkota lebih besar darin mesiodistal.
·         Terdapat tuberculum carabelli pada cusp mesiopalatal.
·           Akar tiga, dan terpisah , akar palatal paling panjang dan mengembang, akar bukal berinklinasi ke distal.
·         Bagian oklusal berbentuk jajaran genjang.

4.      Molar Kedua Atas
Bentuk Mirip M1 RA, dgn perbedaan :
·         Ukuran lebih kecil terutama di bgn disto-palatinal mahkota.
·         Ukuran cervico occlusal lebih pendek 0.5 mm
·         Tidak terdapat cusp carabelli
·         Letak akar saling berdekatan


5.      Molar Ketiga Atas

Bentuk
·         Aspek occlusall/ mesia/ distal à Mirip M2
·         Bervariasi
Sifat-sifat umum
·         Gigi yang terakhir erupsi à dens serotinus (wisdom tooth)
·         Tidak mempunyi titik kontak distal
·         Ukuran & bentuk à bervariasi
·         Sering mengalami “impaksi”

6.      Premolar Pertama Bawah

      Fossa oklusal distal lebih besar dari mesial.
       Cusp bukal besar dan runcing, cusp lingual kecil.
       Mahkota inklinasi ke palatal.
       Permukaan bukal mahkota cembung permukaan lingual
  hampir lurus.
       Bagian oklusal sirkular, mendatar pada mesiolingual.
  Akar tunggal, bulat dan inklinasi ke distal.

7.      Premolar Kedua Bawah

Bentuk
·         Corona (asp bucc)       à Pentagonal
·         Aspek Mesial/distal     à Rhomboidal
·         Radix  à tunggal & kerucut
·         Cusp    à secara umum ada 3(tiga) Buccal : 1   Lingual : 2
Perbedaan dengan P1
·         Ukuran labioingual      : P2>P1
·         Cusp buccal                 : P2<P1
·         Tidak terdapat “fisura pertumbuhan marginalis”
·         Crista marginalis membagi as gigi secara tegak lurus

8.      Molar Pertama Bawah

Bentuk
·         Aspek occlusal            : Pentagonal
·         Aspek mesial/distal     : Rhomboidal
·         Mempunyai 2 akar      : Mesial & Distal
·         Ukuran mesiodistal > labiolingual
·         Aspek buccal/lingual   : trapesium
·         Gigi terbesar pada rahang bawah.
·          Mempunyai 5 cusp, 3 bukal dan 2 lingual.
·          Permukaan bukal berinklinasi ke lingual.
·          Mesiodistal mahkota lebih besar dari  bukolingual.
·         Bagian oklusal berbentuk segi empat.
·         Mempunyai 2 akar, akar mesial lebih panjang, akar distal lebih bulat.

9.      Molar Kedua Bawah

Bentuk
·         Aspek occlusal            : empat persegi panjang
·         Aspek mesial/distal     : Rhomboidal
·         Radix  2                      : mesial&distal
·         Terdapat fisura pertumbuhan buccalis, memisahkan:Cusp mesiobuccalis&Cusp distobuccalis
·         Terdapat fisura pertumbuhan lingualis
·         Ukuran M2 < M1
·         Fisura pertumbuhan mesialis à Dangkal & pendek

10.  Molar Ketiga Bawah

Bentuk
·         Aspek occlusall/ mesia/ distal à Mirip M2
·         Bervariasi
Sifat-sifat umum
·         Gigi yang terakhir erupsi à dens serotinus (wisdom tooth)
·         Tidak mempunyi titik kontak distal
·         Ukuran & bentuk à bervariasi
·         Sering mengalami “impaksi”
Mempunyai 2 tipe umum:
Tipe I        
·         Terdapat 4 cusp
·         Ukuran : besar/kecil dari M2 RB
·         Ukuran M3 RB à M3 RA
Tipe II
·         Terdapat 5 cusp           à supplemental groove
·         Ukuran, jumlah akar à bervariasi
·         Mempunyai 2 akar      à bersatu (fusi)
·         Mempunyai > 2 akar





Tidak ada komentar:

Posting Komentar